Kelegaan

anda tahu kelegaan?suatu malam di jam 7-nya saya memikirkan hal itu. saya sedang beol. di kamar mandi sebelah kamar mandi sebelah saya, ada teman perempuan saya yang juga sedang beol sambil bernyanyi-nyanyi. saya mikirkan kelegaan. sebrapakah pentingkah kita mementingkan perasaan sendiri, maksud saya sampai manakah kita boleh egois. itu pertama. kedua, saya berpikir andaikan kita punya perasaan yang dipendam sampai kapankah kita kuat memendamnya?pasti suatu saat perasaan itu akan keluar dan setelah keluar kita akan merasa lega dan plong. saya terus berpikir, ternyata kita memang mesti melegakan diri sendiri, mementingkan diri sendiri sampai batas-batas tertentu yang dirasa tidak merugikan orang lain. tentu batas-batas itu kita sendirilah yang menentukan tergantung tingkat kedewasaan kita (dewasa?wakakakakakakaka.....).
saya tentu ingin menyampaikan apa pikiran saya ke orang lain, atau menuliskanya di tulisan ini. tapi berhubung saya seorang narator yang buruk, jadi maaflah saya tak bisa menggambarkanya dengan tepat. pun hal tersebut adalah sesuatu yang absurd dan sangat tergantung kedewasaan kita menerjemahkanya (kedewasaan?please dech.....maaf, saya sok dewasa, padahal aslinya g dewasa banget!)

saya cuma mau nerangin asesorisnya aja. saya berpikir tentang kelegaan karena wwaktu itu saya sedang beol. tahu kan betapa leganya perut dan perasaan kita sewaktu t*i keluar dari pantat dan saat itu saya memang sedang merasakan kelegaan yang nikmat. sedang teman perempuan saya yang di sebelah lagi kena sembelit, walaupun dia bernyanyi-nyanyi (nyanyi-nya syahdu). saya berpikir tentang bagaimanakan leganya seorang yang sembuh dari sembelit, pasti lega banget, saya yakin pasti lega banget. dan itu membuat saya berpikir ke sana-sini tentang perasaan, tentang cinta, tentang hubungan. seringkah kita merasa jika ternyata kita ini cuma penyakit sembelit orang-orang yang sedang berhubungan dengan kita?atau sadarkah kita, kalo kita ini cuma penyakit sembelit orang-orang yang sedang berhubungan dengan kita?saya berpikir itu; seberapa penyakit sembelitkah kita ini buat orang lain?

kemudian saya bayangin, betapa beruntungnya orang-orang yang bisa menyembuhkan penyakit sembelitnya (baca: menyingkirkan orang-orang yang dianggap mengganggu). pasti itu lega banget, sangat lega. terlepas bagaimanakah dia menyingkirkan penyakit sembelitnya (karena tentu saja, obat sembelit itu bermacam-macam, dari obat tablet biasa atau menggunakan obat secara anal). pasti lega banget.

saya pernah diceritain seseorang(maaf ya seseorang, tulisanya agak hiperbol) jika selama beberapa hari dia g beol (karena disengaja) dan akhirnya kena sembelit. setelah 4-5 hari, dia akhirnya bertemu WC tercintanya. setelah 1-2 jam nongkrong di WC tercintanya itu dan plus melakukan berbagai bentuk akrobat tubuh yang bertujuan mengeluarkan t*i, tetap saja sang t*i tidak keluar. dia pun kesakitan, berbagai penderitaan pun dia alami, dari berteriak, BT sampai maki-maki dia lakukan dan akhirnya setelah obat sembelit berada di genggamanya, masuklah lagi dia ke WC tercintanya. dan keluarlah segala t*i yang selama 4-5 hari berdiam di perutnya, dia merasa lega banget.......sangking leganya, dia pun bermetafor (yang sangat khas orang itu) jika t*i-nya sepanjang setengah meter.
Tidakkah kita sedang merasa jika kita ternyata hanya penyakit sembelit bagi orang lain?huahahahahahhahahahahahahaahahahahaha......serius banget ya tulisan ini?aneh jika saya serius ini ya?wuakakakakkakakakakakakakaka.......

saya sedang membayangkan percakapan melankolis untuk sebuah naskah

saya dari tadi pusing bikin sebuah dialog antara seorang anak dan seorang ibu. ceritanya begini:

si anak (lelaki) adalah anak adopsi dari seorang perempuan. walaupun begitu, si perempuan (ibu) adalah jenis ibu yang sangat mencintai si anak, pun sebaliknya. suatu hari si anak ingin ngomong betapa dia senang dan berterima kasih karena sudah dijadikan anak dari si ibu. si ibu juga sedang memiliki perasaan betapa dia sering lalai menjadi ibu, pun dia bersedia berkorban banyak untuk anaknya agar si anak bisa jadi lelaki. saya juga kebingungan momen apa yang tepat buat mereka berdua saat berdialog, ulang tahun si anak kali ya?rrrrr.....bolehlah.

nah, berhubung saya sedang capek dan kayaknya tidak realistis membuat dialog yang serba romantis maka saya kebingungan bagaimana membuat dialog yang realistis tapi memberikan kesan dan aura penuh cinta. atau karena saya tidak pernah punya pengalaman menjalankan dialog ini ya?hahahahahha......ah pastilah itu penyebabnya. ada ide?saya punya banyak pikiran tapi semuanya serba romantis dan maleslah. sedang saya ingin membayangkan dialog yang realistis, yang bahasa rumah-an, bahasa biasa anatara ibu-anak, tidak perlu tetek bengek bunga-bunga dan metafora kata-kata.

fyuh, beruntunglah anak yang punya ibu penuh cinta dan kasih sayang. terus nikamati ya tu ibu, nikmatin dan bikin saya iri. terus nikmatin dan pelajari buat persiapan ngadepin dunia.

laut lepas

berlayarlah
air laut akan membawa
badan dan langkah
menghilang

jadilah angin,
membawa perih dalam
pusaran laut
membawa senja makin jauh

teruslah jadi pelayar
mata kami yang basah

mengenai blog aspahani (semacam surat terbuka)

saya sudah lama sekali tidak membaca blog aspahani. Dulu, waktu tahu blog aspahani, saya sangat senang membaca blog-nya dia. Saya ingat betul; blog aspahani dan pinang adalah blog yang paling sering saya buka jika saya di warnet. rasanya bosan itu tak ada pas baca blog mereka berdua. saya ingat betul betapa pengaruh mereka di antara beberapa orang yang saya kenal cukup kental. saya adalah bayi yang baru lahir dan disusui oleh blog mereka berdua. kalimat-kalimat tadi memang ode untuk blog aspahani dan pinang.

sekarang saya baru saja membuka blog aspahani. saya rindu masa bayi dan atau saya rindu susu yang ranum serta bergizi dari blog aspahani. aspahani sedang memamerkan dia sedang berfoto dengan sapardi dengan background rak buku (saya duga itu di rumah sapardi). saya seperti ditantang oleh dunia yang pongah ketika melihat itu; 'danu!!tunjukkan dirimu!jangan hanya berani bermulut nyinyir saja!!'. saya bingung harus berpongah atau hanya cuek saja atau memilih tak melanjutkan membaca blog aspahani. saya memilih membaca blog aspahani, saya yakin aspahani memiliki gizi. saya memabca post terkahir aspahani, sebuah puisi; "FUCHSIA", bunga yang pink terang. saya tertarik dan kagum dengan kemampuan aspahani (dan banyak penyair lain) perihal mencari ide, saya selalu kesulitan mendapat ide. kemudian puisi berikutnya "helikonia" kemudian puisi berikutnya dan berikutnya lalu saya tiba di tulisan aspahani tentang adiknya.

saya shock membaca blog aspahani saat ini. saya bingung bagaimana menilai blog aspahani saat ini, saya memiliki banyak curiga jika ia sedang menyembunyikan banyak puisi di folder komputernya, untuk tidak ditaruh di blog tapi sebagai bahan pengisi untuk buku antologi puisinya yang akan datang. sungguh, kecurigaan ini sangat terasa di otak saya (saya memang orang yang nyinyir dan gampang curiga dan mudah negative thinking). ketakutan saya ini memang benar-benar menakutkan.

aspahani bagi saya semacam penyelamat saya saat saya tidak tahu cara mengkonsumsi antologi dan buku puisi.

saya curhat kepada teman saya yang penyair. nasehat dia; 'setelah menerbitkan buku, kecenderungan penyair adalah bereksperimen. eksperimen bisa berhasil menghasilkan karya bagus atau sebaliknya. mungkin aspahani sednag berada pada level tahap menghasilkan karya tidak bagus'. saya tentu saja memberontak dalam hati, gondok tepatnya, saya ingin mempertahankan diri jika aspahani memiliki puisi bagus. tapi entahlah, sudah 6 bulan lalu nasehat itu saya dengar. sekarang saya mempertahankan pendapat jika aspahani memiliki puisi bagus dengan bercuriga padanya; dia sedang menyembunyikan puisinya untuk dijadikan pengisi antologi puisinya yang akan datang. pertahanan dan pendirian saya sedang rapuh-rapuhnya saat ini pada aspahani.

saya rasa saya dulu pernah menulis tentang blog aspahani di blog saya. saya hanya mengungkapkan perasaan saya pada aspahani. sama sekali tak bermaksud buruk atau apalah yang negatif. bagi saya blog aspahani mempengaruhi otak saya.

(maaf aspahani, saya juga menulisnya di blog)

Rumah yang jenuh

aku menangisimu sebab ciumanmu
begitu beku saat cuaca dingin
oleh isyarat dan makian
sedang bersamamu, aku ingin di kasur

masuklah sedalam mungkin ke rumah
jelajahi tong sampah dan tumpukan cucian
mungkinkah kau bisa dengar getir
getir sentimentil yang terlalu berisik
kutaruh jengkel kita di ruang TV
untuk kita bayangkan sebagai anak kita kelak

bungkus diriku dan telanjangi jalangku
bukankah sudah tertumpuk rindu kita
oleh kotoran kota di luar sana. kemarilah
hentikan setiap air mata dan lupakan arah
buatkan aku duniamu dan kubuatkan kau teh
untuk emosimu. lalu tidurkan cinta ini untuk dunia

melepas

benar, aku tahu pasti makna berlari, sebab waktu itu kau datang dengan badan berantakan darah, sedang aku tak pernah bisa memahami makna darah yang kau sebut perjuangan. aku tidak tahu bagaimana kita mesti menyimpulkan pencarian kita. aku hanya memintamu untuk segera berlari, sebab kau sudah tak tahu lagi tentang cintaku. mungkin di wilayah pelarianmu nanti kau bisa temukan kesempatan bertemu wujud-wujudmu. berlarilah sekarang, berlari membawa langkah dan beban-beban yang selalu kau cintai. kulindungi namamu dari segala pengkhianatan. maka jika kembali lagi, bawalah segala wujudmu dan pamerkan padaku. mungkin aku bisa tahu kenapa kau begitu kotor di mataku saat kau pergi dariku.

surat cinta

setiap pagi dan sore, udara membawa kabar
sempurnanya jarak antara kita dan akhirat
maka pejamkan hatimu untuk rindu
lalu terbanglah membawa beban hidup
untuk sekedar tahu kalimat-kalimat mana
yang perlu kita hafal di depan ayah-ibu

Gumam #2

aku tidak merindukan rumah yang kau pugar
hanya aku butuh musim lebaran di hatimu
dan garis lintasan sajak
sebab kau tahu kenapa rindu itu bisu

saya terobsesi denganmu

Saya masi terobsesi denganmu. sampai-sampai susu ultra di depan saya menggelembung dikarenakan obsesi saya. terlebih saat tahu bagaimana kabrmu. hidup serasa hanya memikirkanmu, serasa susu ultra adalah kulit coklatmu. serasa bagaimana jika kaulah kupu-kupu yang begitu saja beterbangan di atas keyboard; tanganku berusaha menangkapmu, berusaha tidak menyentuh susu ultra atau statusmu yang sendirian saja mengeja harfiah kata-kata. saya masih terobsesi denganmu saat seolah-olah bisa membaca pikiranmu; lirik yang mendayu, nada yang sederhana dan ceria, dan lembut vokal yang menyamaimu.

sudah berusaha semalam saya lupakan perkara-perkaramu, perkara-perkara bagaimana seharusnya menatap usia dan bercerita kepada dunia bahwa semua baik saja, setiap masalah pasti bisa dihadapi. sudah terlalu keseringan bahkan, dan yang bisa dijawab oleh susu ultra di depan mata hanya bagaimana seharusnya aku menjadi laki-laki. mungkin saja kau sudah tidur dengan segala hangat kanak dan masalah orang dewasa, aku masi berobsesi merasakan nafasmu yang dulu menyentuh hidungku.

Menjaga kobaran cinta tetap di dada

Empat hari kemarin saya benerbener mngkhayal. Saya mengkhayal punya keluarga. Saya mengkhayal punya istri (manis) dan seorang anak lelaki. Keluarga kecil dengan segala tetek bengek kehidupan yang saya denger dari sana dan sini. Saya merasa betapa enakanya punya istri yang di samping saya. Juga nakal-nakalnya anak saya yang mesti saya hentikan. Intinya, saya berkhayal yang indah-indah bagaimana saya dan keluarga saya.

Trus malem harinya, saya emang rasanya ga pentes buat punya pasangan. Serius ini. Ternyata saya memang bermasalah. Padahal di bagian otak saya yg lain, saya masi mikir perempuan. Dan sekarang saya ngerasa aneh ngederin lagunya PETER PAN. Saya ingin suatu hari kapan nanti, saya punya istri perempuan yang sekarang lagi saya pikirin (dan ini pikiran yang paling tolol di otak saya saat ini), lalu saya diputerin 'Lihat langkahku' (liriknya tajam katanya). Jadi, tabrakan dua pikiran itu bikin saya terombang-ambing seperti lagunya 'sally' (dimana persamaanya hayo?). Saya udah sampei di kesimpulan kayaknya saya emang lebih baik jomblo (huwakakakakakakakka.....sok laku) trus akhirnya saya cuma cengengesan bayangin temen saya yang malem ini sedang menajalani bulan madu (sedengar saya mereka akan bulan madu di 'Pamella swalayan' buat ngebeli slang dan tetek bengek peralatan rumah tangga). Mungkin kata sepupu saya benar, kalo saya g pernah nyiapin diri buat punya keluarga. Mungkin kata teman saya benar, saya pantesnya cuma buat homo. Saya juga masi mikir iseng bayangin gimana nakalnya anak saya.

Dan beginilah akhirnya saya, berpura-pura jadi pacarnya Alicia Keys sambil nyanyi lagu 'Wreckless Love' dan 'I Need You', membahana sekali rasanya, seperti abis makan rujak trus minum jus alpokat trus dengerin lagunya Maliq n d'essential yang judulnya 'Sampai Kapan'. So sweeeetttt banget dah rasanya.......Membahana sekali rasanya, semacam diberi kesempurnaan orgasme di atas kepala Paris Hilton. Membahana sekali rasanya pikiran saya ini.